MEMBUDAYAKAN BERPIKIR ALTERNATIF!

Blitar Sekarang..Sekarang Blitar!

Tidak bosan rasanya bercerita dan mengabadikan Kota tercinta saya ini dengan berbagai susunan kata ataupun sekedar update dan upload di Social Media. Blitar, memang terasa nyaman, tidak ada macet, kemana-mana deket dan makanan murah (pada umumnya). Tentunya juga udah pada hafal titik-titik kuliner dan ngopi yang murah dan nikmat itu dimana, dan tentu saja semua itu tergantung selera :)

Blitar sekarang, terasa sedikit berbeda dengan yang dulu, Blitar yang sepertinya “dipaksa” untuk sedikit modern agar seimbang dengan kota sejenis, dan tentu saja modernitas ini diharapkan dapat memperoleh pengakuan entah dari siapa dan untuk siapa, yang semoga saja tetap berimbang sisi positif dan negatifnya buat kota kecil tercinta ini.

Blitar sekarang, semarak dengan menjamurnya Ruko, Toko Waralaba Modern, dan berbagai modernitas jajahan yang entah datang darimana. Bagaimana nasib Usaha Kecil Masyarakat Blitar kalo laju pembangunan Ruko dkk ini tidak dapat dibendung. Mana ruang terbuka hijaunya?mana pohon-pohon yang rindang dan bersih dari beantara iklan yang mengganggu pemandangan, mana ruang bermain untuk anak-anak?ya karena sekarang semua serba online dan serba praktis, anak-anak lebih suka maen PS ataupun maen game online di warnet, udah sangat jarang kita temui anak-anak yang maen bola di lahan kosong, maen kelereng ataupun maen gobak sodor, karena ruang bermain udah mulai punah. Jarang juga kita temui Sepakbola Tarkam di Lapangan-lapangan desa-desa yang dulu sealu ramai oleh penonton, udah tergantikan dengan Turnamen-turnamen Futsal di Lapangan Tertutup. Beberapa memang udah pudar, tidak seperti dulu lagi..karena memang semua akan berkembang pada waktunya.

Blitar, semoga saja tetap asli dan asri seperti dulu, semoga tetap berimbang antara modernitas dan pelestarian keasliannya, tentu saja ada pihak yang ahli dalam mengurusi ini, saya hanya mengamati, mengomentari dan menulis apa yang saya komentari tadi dalam suatu wadah sharing berbentuk tulisan. Akan sangat senang kalo ada tanggapan, saran atau ajakan untuk ngopi dan ngobrol :). Jadi mari saling berbagi, berbagi kopi mungkin, karena Blitar juga mulai menjamur Cafe buat ngopi dan Cangkruk, ya semoga muda-mudi Blitar tidak menjamur juga budaya cangkruknya haha..Salam !!

8 months ago
0 notes
To Rome With Love
Lagi, film komedi romantis besutan Woody Allen. Entah kenapa saya akhir-akhir ini banyak hunting film ginian, mungkin karena kondisi rohani saya sedang kurang romantis jadinya cari referensi romantis namun tetap dalam wadah komedi yang dominan haha..
Pertama liat film ini kita akan terpesona oleh keindahan Italia dan sudut2 kotanya, untuk saja terjemahannya tepat jadi gak bingung soalnya campur sama bahasa Itali juga huhuhu.
Yang menarik dari film ini adalah penggabungan momen-momen yang terjadi, entah itu cinta, kekacauan, kelucuan bahkan seksualitas yang kesemuanya bisa dimix dengan sempurna dan tidak saling bertabrakan. Perasaan kita dibikin campur aduk, karena memang banyak sekali momen yang bertolak belakang, tapi campur aduknya itu pas banget :)
Peran Penelope Cruz sangat menggoda, kenapa dadanya jadi gede gitu ya, padahal dulu gak segede itu..ah sudahlah itu dibahas di belakang saja (belakang mana..). Yang jelas film ini baguslah, lumayan menghibur dan lumayan menambah referensi keromantisan saya hahaha..

To Rome With Love

Lagi, film komedi romantis besutan Woody Allen. Entah kenapa saya akhir-akhir ini banyak hunting film ginian, mungkin karena kondisi rohani saya sedang kurang romantis jadinya cari referensi romantis namun tetap dalam wadah komedi yang dominan haha..

Pertama liat film ini kita akan terpesona oleh keindahan Italia dan sudut2 kotanya, untuk saja terjemahannya tepat jadi gak bingung soalnya campur sama bahasa Itali juga huhuhu.

Yang menarik dari film ini adalah penggabungan momen-momen yang terjadi, entah itu cinta, kekacauan, kelucuan bahkan seksualitas yang kesemuanya bisa dimix dengan sempurna dan tidak saling bertabrakan. Perasaan kita dibikin campur aduk, karena memang banyak sekali momen yang bertolak belakang, tapi campur aduknya itu pas banget :)

Peran Penelope Cruz sangat menggoda, kenapa dadanya jadi gede gitu ya, padahal dulu gak segede itu..ah sudahlah itu dibahas di belakang saja (belakang mana..). Yang jelas film ini baguslah, lumayan menghibur dan lumayan menambah referensi keromantisan saya hahaha..

11 months ago
0 notes
Wanderlust
Dari pemeran utamanya mungkin udah bisa ditebak gimana film ini nantinya :). Jennifer Aniston, si cantik spesialis film komedi romantis..iya kalo saya liat sih genre-nya komedi romantis, meski lebih dominan komedinya.
Cerita tentang sepasang suami istri baru yang ternyata kalah dalam adu nasib di New York, akhirnya melakukan perjalanan yang tidak sengaja ke tempat bernama Elysum. Tempat dimana terdapat orang-orang aneh dengan berbagai karakter dan tingkah laku yang diluar kebiasaan manusia pada umumnya. Disinilah banyak kejadian-kejadian lucu yang cukup berkesan, seperti tentang bertepuk tangan dan tidak ada pintu di setiap ruangan di Elysum.
Cukup mudah ditebak akhirnya alur ceritanya, hepi ending pastinya. Tapi komedi-komedi yang ada sangatlah fresh, jadi cukup mengundang sedikit decak tawa di tengah menumpuknya tugas kantor yang sama sekali tidak keren, tapi semoga saya tidak kalah dalam adu nasib kali ini hahaha..mungkin di daerah Blitar ada ya tempat seperti Elysum dimana “Semua orang berbagi apa saja dengan bebas!” :)

Wanderlust

Dari pemeran utamanya mungkin udah bisa ditebak gimana film ini nantinya :). Jennifer Aniston, si cantik spesialis film komedi romantis..iya kalo saya liat sih genre-nya komedi romantis, meski lebih dominan komedinya.

Cerita tentang sepasang suami istri baru yang ternyata kalah dalam adu nasib di New York, akhirnya melakukan perjalanan yang tidak sengaja ke tempat bernama Elysum. Tempat dimana terdapat orang-orang aneh dengan berbagai karakter dan tingkah laku yang diluar kebiasaan manusia pada umumnya. Disinilah banyak kejadian-kejadian lucu yang cukup berkesan, seperti tentang bertepuk tangan dan tidak ada pintu di setiap ruangan di Elysum.

Cukup mudah ditebak akhirnya alur ceritanya, hepi ending pastinya. Tapi komedi-komedi yang ada sangatlah fresh, jadi cukup mengundang sedikit decak tawa di tengah menumpuknya tugas kantor yang sama sekali tidak keren, tapi semoga saya tidak kalah dalam adu nasib kali ini hahaha..mungkin di daerah Blitar ada ya tempat seperti Elysum dimana “Semua orang berbagi apa saja dengan bebas!” :)

11 months ago
0 notes

Beberpa poto yang saya repost dari Threat di kaskus, pemandangan teknologi yang sangat megah dan menakjubkan..semoga matanya tercuci oleh yang satu ini :)

11 months ago
0 notes
Home Alone, artinya di rumah sendiri :). Setelah beberapa tahun di rumah sendiri..saya menyadari betapa peristiwa ini benar-benar membuat saya belajar bagaimana berjuang untuk aktivitas hidup saya sendiri selama berhari-hari :).
Kenapa berjuang?iya..jadi saya harus dengan sangat cermat menghitung apa yang akan saya lakukan dan cost untuk biaya yang saya lakukan itu berapa. Contohnya aja makan, saya harus menghitung dan mempertimbangkan apa yang akan saya makan dan akan tahan dalam berapa lama makanan yang akan saya masak atau saya beli ini (saya biasanya beli lauknya aja..nasinya masak sendiri).
Mungkin hampir sama dengan apa yang terjadi dengan anak kos, yang membedakan mungkin input dana yang saya keluarkan untuk biaya hidup sendiri ini berasal dari aktivitas saya sendiri, kalo rajin yang dapat banyak bisa ongkang-ongkang, tapi kalo pas lagi males ya dapet dikit pastinya dan selama ini untungnya dapetnya selalu pas jadi gak kebanyakan dan gak kekurangan, maklumlah wiraswasta belum sukses haha.
Sebenernya hal-hal kaya gini, peristiwa sehari-hari yang saya alami erat korelasinya dengan apa yang saya sukai dalam hal ini Scene Hardcore Punk. Tentang bagaimana kita melakukan semua sendri, mulai dari mengorganisir gigs, melakukan publikasi sampai mengelola keuangan untuk melaksanakan hajatan sebuah gigs, hampr sama cuma fokusnya aja yang beda..dan tentu saja bila ini dikelola secara mandiri bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah Lapangan Pekerjaan tersendiri yang bisa dikelola secara mandiri.
Kalo kitabisa belajar keras bagaimana hidup mandiri, akan kita dapatkan sebuah kebebasan dan manajemen hidup yang luar biasa, barangkali ada yang mau nemenin saya di rumah sendiri buat ngopi atau sekedar ngobrol :)

Home Alone, artinya di rumah sendiri :). Setelah beberapa tahun di rumah sendiri..saya menyadari betapa peristiwa ini benar-benar membuat saya belajar bagaimana berjuang untuk aktivitas hidup saya sendiri selama berhari-hari :).

Kenapa berjuang?iya..jadi saya harus dengan sangat cermat menghitung apa yang akan saya lakukan dan cost untuk biaya yang saya lakukan itu berapa. Contohnya aja makan, saya harus menghitung dan mempertimbangkan apa yang akan saya makan dan akan tahan dalam berapa lama makanan yang akan saya masak atau saya beli ini (saya biasanya beli lauknya aja..nasinya masak sendiri).

Mungkin hampir sama dengan apa yang terjadi dengan anak kos, yang membedakan mungkin input dana yang saya keluarkan untuk biaya hidup sendiri ini berasal dari aktivitas saya sendiri, kalo rajin yang dapat banyak bisa ongkang-ongkang, tapi kalo pas lagi males ya dapet dikit pastinya dan selama ini untungnya dapetnya selalu pas jadi gak kebanyakan dan gak kekurangan, maklumlah wiraswasta belum sukses haha.

Sebenernya hal-hal kaya gini, peristiwa sehari-hari yang saya alami erat korelasinya dengan apa yang saya sukai dalam hal ini Scene Hardcore Punk. Tentang bagaimana kita melakukan semua sendri, mulai dari mengorganisir gigs, melakukan publikasi sampai mengelola keuangan untuk melaksanakan hajatan sebuah gigs, hampr sama cuma fokusnya aja yang beda..dan tentu saja bila ini dikelola secara mandiri bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah Lapangan Pekerjaan tersendiri yang bisa dikelola secara mandiri.

Kalo kitabisa belajar keras bagaimana hidup mandiri, akan kita dapatkan sebuah kebebasan dan manajemen hidup yang luar biasa, barangkali ada yang mau nemenin saya di rumah sendiri buat ngopi atau sekedar ngobrol :)

1 year ago
0 notes

Trust (2011)

Judul filmnya singkat dan menyimpan sejuta pesan dan makna di dalamnya :). Kisahnya juga sederhana sih sebenernya, cuma menjadi kompleks karena eksplorasinya di lingkup kasih sayang, jadinya lebar, luas dan tinggi haha.

Kisah seorang gadis belasan yang tidak sengaja chating dengan unknown artist dunia maya juga, yang diekseskusi dengan ketemuan dan berakhir dengan sex di salah satu motel di Amerika sono. Dan tanpa disangka, orang yang bernama Charlie tadi adalah buronan FBI dengan kasus Pemerkosaan dan Kejahatan Sexual terhadap anak di bawah umur. 

Si gadis berusaha meyakinkan kedua orang tua dan orang2 disekitarnya kalo itu bukan pemerkosaan, tapi tetap belum ada yang percaya..sampai akhirnya dia bersitegang dengan sang ayah, disinilah klimaksnya. Setelah menelusuri dari berbagai bukti si gadis ini baru sadar kalo dia memang diperkosa dengan halus (wah gimana tuh ya..).

Dan yaa..seperti biasa, akhirnya dia berdamai dengan sang ayah, filmnya pun selesai, jarak antara klimaks dan penurunan agak terlalu cepat, endingnya pun juga terkesan terlalu cepat..jadi kurang gitu kayaknya durasinya, film ngirit kayaknya hahaha..

Tapi untuk yang suka film model beginian pasti berkaca-kaca deha matanya melihat perjuangan keras seorang ayah melindungi putrinya dari kejamnya dunia nyata hohoho. Akting dari Liana Liberato cukup dapet sekali feelnya, saya suka sekali sama dia..langsung gogling deh :)

11 months ago
0 notes

Mereka!

Udah lumayan lama tidak mengupdate blog atau netdiary ini hehehe, huh mendengar kata diary seakan sudah pasti bisa ditebak akan bercerita tentang curhat haha, tapi gpp lah..kadang2 curhat dan dibaca sendiri lebih sehat sepertinya :)

Akhir-akhir ini saya banyak flashback tentang apa yang sudah lakukan terhadap beberapa orang yang sempat deket dengan saya (sekarang udah menjauh). Tentang bagaimana kondisi dulu yang sudah cukup jauh berbeda dengan kondisi yang sekarang, mereka yang dulu selalu rajin meminta bantuan, saran dan atau apalah namanya. Hal-hal yang tentu saja mereka lakukan ketika merka sedang butuh bantuan, atau bisa dibilang sedang susah, dan proses itu berangsur-angsur mendekati titik terang..mereka sudah mulai bisa maju, dan pada akhirnya beberapa dari mereka sudah maju atau bahkan udah bisa dibilang sukses dengan bidang yang digelutinya.

Kacang lupa akan kulitnya, itulah gambaran yang paling pas..mereka sepertinya melupakan apa mesiu yang membuat mereka bisa jadi seperti sekarang, tentang perjuangan, kesetian dan pengorbanan. Mereka sekarang lebih memilih untuk mencari merek-mereka lain yang lebih sepadan dengan mereka, entah itu gaya hidupnya ataupun pergaulannya. Apa yang telah lewat telah jauh dilupakan, okelah masa lalu itu memang untuk dilupakan, tapi tidak semua dong karena beberapa juga bisa sebagai bahan koreksi dan introspeksi.

Terdengar seperti kecewa, memang saya sudah kecewa dengan apa yang mereka lakukan sekarang. Kadang tidak sampai hati juga mendoakan jelek, tapi ya Sudahlah..apa yang kita dapatkan sekarang adalah hasil dari apa yang kita lakukan di masa lalu, percaya satu itu aja..pasti ada hal terbaik buat mereka kelak (entah itu baik atau buruk), yang jelas saya selalu percaya akan sebuah pepatah yang terserak di dunia maya yang bunyinya :

"JANGAN JADI ORANG BAIK NANTI DIREMEHKAN!"

11 months ago
0 notes